
LAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat hilirisasi komoditas unggulan dan pembangunan berbasis desa di Provinsi Lampung.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur saat menerima audiensi Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Lampung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Senin (2/3/2026).
Fokus Program Desaku Maju: Tahan Capital Flight, Tingkatkan Nilai Tambah
Gubernur Mirza menegaskan bahwa Pemprov Lampung tengah fokus membangun ekosistem ekonomi desa melalui program strategis Desaku Maju, yang bertujuan menahan capital flight sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas utama daerah.
“Lampung adalah provinsi kaya komoditas. Padi, jagung, dan singkong menghidupi sekitar 1,2 juta kepala keluarga atau hampir 70 persen populasi. Kalau tiga komoditas ini kita selesaikan tata kelolanya, Lampung bisa take off,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini sebagian besar komoditas Lampung masih dijual dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambah dinikmati daerah lain.
Sebagai contoh, produksi jagung Lampung mencapai 1,7 juta ton per tahun, namun belum didukung sistem pengeringan (dryer) memadai di tingkat desa.
Bangun 500 Dryer Desa dan Hilirisasi Pakan Ternak
Melalui program Desaku Maju, Pemprov Lampung merancang pembangunan dryer secara masif di 500 desa sentra produksi jagung. Skema ini akan diperluas hingga pengolahan pakan ternak, produksi ayam, dan distribusi pangan berbasis desa.
“Kalau jagung dikeringkan di desa, dibuat pakan di desa, ayam dibesarkan dan diproses di desa, lalu masuk ke dapur MBG di desa, kita bisa mengurangi biaya logistik, meningkatkan pendapatan petani, sekaligus memperkuat konsumsi protein masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov juga menyiapkan program pupuk organik cair (POC) di 2.000 desa guna meningkatkan produktivitas lahan hingga 15 persen, serta penguatan BUMDes sebagai offtaker komoditas lokal.
Dari sekitar 2.300 BUMDes berbadan hukum di Lampung, baru sebagian kecil yang aktif dan tumbuh optimal.
Soroti 30.000 Anak Putus Sekolah, Dorong Pendidikan Vokasi Desa
Gubernur Mirza juga menyoroti persoalan mendasar pembangunan Lampung, yakni angka putus sekolah yang mencapai sekitar 30.000 anak per tahun, serta terbatasnya kapasitas pendidikan vokasi.
“Ekonomi tidak akan tumbuh kalau SDM tertinggal. Kami butuh dukungan akademisi dan alumni untuk memperkuat pendidikan vokasi desa, riset pakan ternak berbasis komoditas lokal, serta pendampingan tata kelola BUMDes,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya pendekatan hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan unsur hukum.
Kagama Lampung Siap Dampingi Hilirisasi dan BUMDes
Ketua Kagama Lampung, Qudrotul Ikhwan, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemprov Lampung dalam membangun ruang kolaborasi konkret dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan program tidak berhenti sebagai proyek, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mencontohkan pendampingan desa binaan Kagama, di mana program dryer secara teknis tersedia, namun belum optimal karena petani belum terbiasa pada tahapan industrialisasi dan pengelolaan pascapanen.
“Kami masuk untuk edukasi dan pendampingan. Ini soal perubahan pola pikir, bukan sekadar alat,” jelasnya.
Kagama Lampung juga aktif dalam kegiatan sosial seperti penanaman mangrove, gerakan biopori, pengelolaan sampah, bakti sosial bencana, hingga edukasi budaya Nitilaku.
Dalam pemberdayaan ekonomi, Kagama menerapkan skema gotong royong berbasis iuran anggota untuk mendukung pembelian jagung yang diolah menjadi pakan ternak skala komunitas.
Kolaborasi Strategis Menuju Lampung Maju
Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi strategis antara Pemprov Lampung dan Kagama Lampung dalam mendorong hilirisasi komoditas, penguatan BUMDes, riset pakan ternak lokal, serta pengembangan pendidikan vokasi desa.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa tugas pemerintah adalah mengoordinasikan seluruh potensi agar bergerak dalam satu arah.
“Semangat di Lampung ini banyak sekali. Tugas kami adalah mengumpulkan dan mengoordinasikan semangat itu agar bergerak dalam satu arah yang sama memajukan Provinsi Lampung,” pungkasnya.
Baca Artikel Lainnya di Google News
#RahmatMirzaniDjausal
#GubernurLampung
#DesakuMaju
#HilirisasiKomoditas
#LampungMaju
#BUMDes
#KagamaLampung
#EkonomiDesa
#VokasiDesa
#Lampung2026
