
Mengusung tema “From Potential to Partnership: Accelerating Sustainable Investment in Lampung”, forum tersebut menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor untuk membuka peluang kerja sama serta memperkuat kemitraan investasi di Provinsi Lampung.
LEIF 2026 melibatkan lebih dari 100 calon investor potensial, baik dari dalam maupun luar negeri. Ketertarikan tersebut ditindaklanjuti melalui pertemuan bisnis secara langsung (one-on-one meeting) serta penandatanganan Letter of Intent (LoI).
Penyelenggaraan forum ini didukung fundamental ekonomi Lampung yang menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan II 2026, ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), tertinggi kedua di wilayah Sumatra.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor komoditas unggulan serta konektivitas infrastruktur dan logistik yang strategis. Sejumlah sektor yang masih memiliki peluang investasi antara lain pertanian, industri pengolahan, energi terbarukan, pariwisata, dan infrastruktur.
Penguatan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas juga menjadi salah satu fokus untuk mendorong transformasi ekonomi Lampung agar semakin produktif dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menekankan pentingnya LEIF 2026 sebagai momentum memperluas kemitraan strategis dalam mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.
Ia berharap forum tersebut mampu membuka peluang kerja sama investasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, dalam keynote speech-nya menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Menurutnya, investasi produktif diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kontribusi Lampung terhadap perekonomian nasional.
Gubernur Paparkan Tiga Komitmen Perkuat Investasi
Tingginya minat dunia usaha terhadap potensi Lampung juga tercermin dari 11 kisah keberhasilan investasi (investment success stories) yang diangkat dalam forum tersebut.
Dalam pemaparan strategisnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan tiga komitmen pemerintah provinsi untuk memperkuat iklim investasi.
Pertama, mempercepat proses perizinan yang transparan dan berbasis digital. Kedua, memperkuat dukungan regulasi melalui kepastian tata ruang, pemberian insentif, serta kemudahan penanaman modal.
Ketiga, menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui fasilitasi proaktif, kepastian lahan, dan dukungan infrastruktur.
“Provinsi Lampung siap bersinergi dan memfasilitasi para investor dan mitra global untuk satu tujuan yang sama, yaitu pertumbuhan ekonomi Lampung berkelanjutan,” tegas Rahmat Mirzani Djausal.
Ekonomi Lampung Diproyeksikan Tumbuh 5,0–5,6 Persen
Optimisme terhadap prospek investasi Lampung juga disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, dalam sesi diskusi panel.
Ia menyampaikan bahwa ekonomi Lampung pada 2026 diprakirakan tumbuh pada kisaran 5,0 hingga 5,6 persen. Pertumbuhan tersebut diperkirakan ditopang konsumsi rumah tangga, sektor pertanian, industri pengolahan, serta investasi.
“Fundamental ekonomi Lampung yang kuat menjadi modal penting untuk mendorong investasi. Namun demikian, masih terdapat ruang untuk meningkatkan kontribusi investasi melalui hilirisasi komoditas unggulan dan pengembangan industri bernilai tambah,” ujar Bimo.
Dalam diskusi tersebut, Pemilik Sungai Budi Group, Widarto, turut menyoroti peluang pengembangan industri berbasis komoditas unggulan Lampung.
Sementara itu, Direktur Investasi PT Danantara Investment Management, Dr. Fadli Rahman, menekankan pentingnya kesiapan proyek dan kemitraan strategis untuk mendorong realisasi investasi.
BI Fasilitasi Penguatan Ekosistem Investasi
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan dunia usaha terus diperkuat guna mempercepat realisasi investasi berkelanjutan.
Sepanjang 2026, Bank Indonesia telah memfasilitasi delapan kegiatan penguatan ekosistem investasi. Kegiatan tersebut mencakup peningkatan kapasitas Investment Project Ready to Offer (IPRO) hingga fasilitasi jejaring dengan investor potensial.
Melalui LEIF 2026, sinergi berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat masuknya investasi berkualitas ke Lampung.
Selain meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, investasi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, memperkuat daya saing daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih tinggi dan inklusif.
![]()

