Jakarta — Harga minyak mentah dunia melemah pada awal perdagangan Asia, Senin (6/1), di tengah pasokan…
Kategori: Internasional
Serangan AS ke Venezuela Berpotensi Guncang Harga Minyak Dunia
Serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela yang disertai klaim penangkapan Presiden Nicolás Maduro diperkirakan akan…
AS Gempur Venezuela, Maduro Diklaim Ditangkap, Ketegangan Global Meningkat
Caracas/Washington — Amerika Serikat (AS) kembali menghebohkan dunia internasional setelah melancarkan serangan militer ke Venezuela pada…
Indonesia Gabung BRICS di Era Prabowo: Antara Politik Bebas Aktif dan Kepentingan Nasional
Indonesia sejak awal kemerdekaan menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif. Prinsip ini menegaskan posisi Indonesia…
Saham Pop Mart Anjlok 6,2 Persen, Sentimen Melemah Usai Permintaan Labubu Menurun
Hong Kong – Saham Pop Mart International Group Ltd mencatat penurunan terbesar dalam hampir tiga minggu…
Trump Ancam Serang Iran Jika Kembali Kembangkan Senjata Nuklir
Florida – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran apabila negara tersebut kembali…
Ratu Narkoba Ex PMI Hongkong , Taiwan asal Ponorogo, Telah Ditangkap BNN di Di Kamboja.
6detikcom, Dewi Astutik (43) buronan kasus narkoba internasional asal Ponorogo, Jawa Timur, telah berhasil ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Interpol dan BAIS (Badan Intelijen Strategis) di Kamboja.
Penangkapan ini mengakhiri pelarian Dewi Astutik, yang merupakan otak di balik penyelundupan sabu seberat dua ton senilai sekitar Rp 5 triliun.
Ia dikenal licin dan sering berganti penampilan serta menggunakan identitas palsu, termasuk menggunakan KTP adiknya.
Saat ini, Dewi Astutik sedang dalam proses untuk diterbangkan ke Indonesia guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sebelum menjadi otak bandar narkoba internasional, Dewi Astutik diketahui memiliki riwayat pekerjaan sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) di beberapa negara di Asia.
Sebelum terlibat dalam jaringan narkoba yang besar, Dewi Astutik bekerja di luar negeri, termasuk di Hongkong, Taiwan dan Kamboja.
Diduga, dari perantauannya tersebut, ia mulai terhubung dengan sindikat narkoba internasional, yang kemudian membawanya menjadi pengendali utama dalam jaringan penyelundupan sabu-sabu.
BNN menyebut Dewi Astutik terlibat dalam jaringan “Golden Triangle” (Segitiga Emas) dan sindikat Afrika.
Selama menjadi buronan, ia sering berganti penampilan dan menggunakan identitas palsu, termasuk KTP adiknya, untuk mengelabui petugas.
Tidak ada informasi publik lebih detail mengenai riwayat pekerjaan spesifik lainnya di luar perannya sebagai TKW sebelum ia sepenuhnya menjadi bagian penting dalam sindikat narkoba tersebut.
Perubahan drastis dari seorang PMI menjadi buronan Interpol merupakan salah satu aspek yang disorot dalam kasusnya. (red)
Dua WNI Tewas dalam Kebakaran Hebat Apartemen Wang Fuk Court, Hong Kong
Hongkong – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi dua Warga Negara Indonesia (WNI) meninggal dunia dalam…
Kebijakan Bebas Visa Indonesia–Afrika Selatan: Peluang Strategis dan Tantangan Implementasi
Keputusan pemerintah Indonesia untuk memberlakukan kebijakan bebas visa dengan Afrika Selatan menandai babak baru dalam hubungan…
DK PBB Setujui Resolusi Rancangan Perdamaian Gaza Usulan Presiden AS Donald Trump
Mancanegara – Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin (17/11) menyetujui sebuah resolusi yang memuat rancangan…