
Program SI-MANTAP atau Strategi Kemandirian Pangan Melalui Integrasi Pertanian, Peternakan dan Perikanan dikembangkan untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lingkungan lapas. Melalui program ini, petugas dan warga binaan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam pengelolaan budidaya perikanan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik dasar budidaya ikan air tawar, mulai dari persiapan kolam, pemilihan dan penebaran benih, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, hingga pemeliharaan dan pengendalian risiko budidaya.
Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi dan praktik langsung di lapangan. Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenai tahapan budidaya ikan yang baik dan benar.
Kepala Lapas Kelas IIB Way Kanan, Riski Burhannudin, mengatakan kolaborasi dengan Dinas Perikanan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program SI-MANTAP, terutama dalam membangun keterampilan yang aplikatif dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa program kemandirian pangan di lapas tidak hanya berjalan sebagai kegiatan rutin, tetapi benar-benar menjadi sarana peningkatan kompetensi dan keterampilan bagi petugas dan warga binaan,” ujar Riski.
Ia berharap, dengan dukungan penyuluh dari Dinas Perikanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, pengelolaan budidaya ikan dapat dilakukan secara lebih tepat, produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Menurut Riski, budidaya ikan air tawar memiliki peran strategis dalam mendukung pembinaan kemandirian. Selain mengenalkan proses produksi pangan, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan usaha setelah menyelesaikan masa pidana.
Program SI-MANTAP mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai upaya meningkatkan produktivitas pangan sekaligus memperkuat kegiatan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Sinergi Lapas Way Kanan dengan Dinas Perikanan Kabupaten Way Kanan juga menjadi bentuk kolaborasi antarlembaga dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui transfer pengetahuan dan praktik keterampilan di bidang perikanan.
Melalui program ini, Lapas Kelas IIB Way Kanan terus mendorong pembinaan yang berorientasi pada keterampilan, produktivitas, dan kesiapan warga binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan budidaya ikan air tawar, warga binaan diharapkan memiliki peluang untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah bebas.
Oleh: Andi Raya

