
Mainan squishy berbentuk dumpling yang viral di media sosial menjadi sorotan setelah ditarik dari peredaran di sejumlah negara. Penyebabnya beragam, mulai dari risiko manik air yang dapat mengembang di dalam tubuh hingga temuan bahan kimia berbahaya seperti benzena.
Amerika Serikat, Inggris, dan Laos mengambil langkah pengawasan terhadap produk tersebut dengan dasar dan cakupan kebijakan yang berbeda. Sementara di Indonesia, otoritas terkait disebut masih melakukan pengecekan regulasi dan kajian.
Amerika Serikat: Manik Air Berisiko Tertelan

Pada September 2026, otoritas keselamatan produk konsumen Amerika Serikat menarik dua jenis mainan squishy dumpling dari peredaran dengan total sekitar 15.200 unit.
Penarikan tersebut mencakup sekitar 8.000 unit GIHNJSI Squeezy Dumplings yang dijual melalui Amazon pada Mei hingga Juni 2026, serta sekitar 7.200 unit Rainbow Mystery Squishy Bun Toys model D08004.
Masalah utamanya adalah kandungan manik air (water beads) yang dapat mengembang melebihi ukuran yang diizinkan. Menurut Komisi Keselamatan Produk Konsumen Amerika Serikat (CPSC), manik yang tertelan dapat menyebabkan tersedak maupun penyumbatan saluran pencernaan.
Otoritas tersebut juga menyatakan produk yang ditarik melanggar standar keselamatan wajib untuk mainan.
Pada awal Oktober 2026, penarikan mainan squishy lainnya kembali dilaporkan, termasuk produk model 3655 yang mengandung glitter dan manik air. Konsumen diminta menghentikan penggunaan dan menghubungi pihak penjual untuk memperoleh pengembalian dana sesuai ketentuan penarikan.
Dengan demikian, persoalan utama dalam penarikan di Amerika Serikat adalah bahaya manik air, bukan temuan benzena.
Inggris: Uji Laboratorium Temukan Benzena

Berbeda dengan Amerika Serikat, persoalan di Inggris berkaitan dengan kandungan bahan kimia. Mainan Squeezy Dumplings diklasifikasikan oleh Office for Product Safety and Standards (OPSS) sebagai produk dengan risiko kimia serius setelah pengujian menemukan benzena sebesar 20 miligram per kilogram pada lapisan luar sebagian mainan.
Angka tersebut disebut empat kali lipat dari batas 5 miligram per kilogram yang berlaku menurut laporan tersebut.
Produk yang menjadi perhatian dijual oleh grosir Samsons Cash and Carry di Cardiff. Di Hull, petugas Trading Standards juga menyita dan memusnahkan lebih dari 1.000 mainan serupa dari pengecer.
Temuan lain dilaporkan di Swansea. Pengujian terhadap mainan squishy tiruan yang disita menemukan sejumlah senyawa organik volatil, termasuk etilbenzena, stirena, dan beberapa jenis xilena.
Benzena dikenal sebagai zat karsinogenik, sehingga temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan konsumen, khususnya anak-anak yang menjadi pengguna utama mainan tersebut.
Laos Hentikan Penjualan Squishy Tak Bersertifikat

Laos mengambil langkah pengawasan dengan cakupan lebih luas. Pada 28 Juli 2026, Kementerian Industri dan Perdagangan negara itu dilaporkan memerintahkan penghentian impor dan penjualan mainan squishy yang tidak memiliki sertifikasi, sekaligus memperketat pemeriksaan di toko, pasar, dan platform daring.
Kebijakan tersebut tidak terbatas pada mainan berbentuk dumpling, melainkan mencakup mainan squishy yang tidak memenuhi persyaratan sertifikasi.
Dalam inspeksi pasar, ditemukan sejumlah mainan squishy impor dengan kandungan benzena yang dilaporkan melebihi batas. Pemerintah Laos juga mengingatkan risiko paparan benzena dalam jangka panjang.
Meski muncul unggahan viral dari orang tua yang mengaitkan kondisi kesehatan anak dengan mainan squishy, klaim tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan hubungan sebab-akibat secara medis.
Bagaimana Kondisinya di Indonesia?
Di Indonesia, belum terdapat pernyataan resmi yang disebut dalam laporan tersebut mengenai pelarangan atau penarikan produk squishy dumpling yang sama.
Juru bicara Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan pihaknya masih memeriksa regulasi dan kajian yang relevan.
“Saya cek dulu regulasi dan kajiannya di level nasional,” kata Aji kepada kumparanMOM, Senin (19/10/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa status kebijakan di Indonesia perlu menunggu penjelasan resmi dari otoritas berwenang. Belum adanya pengumuman larangan bukan berarti semua produk squishy yang beredar telah dipastikan aman.
Orang Tua Diminta Lebih Cermat
Perbedaan kasus di Amerika Serikat, Inggris, dan Laos menunjukkan bahwa risiko mainan dapat berasal dari aspek yang berbeda, mulai dari komponen yang bisa tertelan hingga kandungan bahan kimia.
Orang tua sebaiknya memeriksa label, identitas produsen atau importir, serta informasi keamanan produk sebelum memberikan mainan kepada anak. Hindari memberikan mainan yang rusak, bocor, tidak jelas asal-usulnya, atau tidak memenuhi persyaratan keselamatan yang berlaku.
Jika produk yang dimiliki masuk dalam daftar penarikan resmi di negara tempat produk itu dipasarkan, hentikan penggunaannya dan ikuti petunjuk otoritas terkait.
Kewaspadaan menjadi penting agar mainan yang tampak lucu dan populer di media sosial tetap aman digunakan oleh anak-anak.

