
Dukungan tersebut dibahas dalam pertemuan Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., dengan Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI Hermansyah, S.T., M.T., yang turut dihadiri Manager PLN UP3 Kotabumi, Eki Putra, Selasa (20/10/2026).
Dalam pertemuan itu, salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan sistem pengairan lahan pertanian menggunakan pompa bertenaga listrik agar kebutuhan air untuk kegiatan pertanian dapat terpenuhi secara lebih optimal.
Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah mengatakan, saat ini terdapat sekitar 200 unit pompa irigasi di wilayahnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 85 titik telah menggunakan energi listrik sebagai sumber penggerak.
Menurut Ayu, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya peluang untuk memperluas pemanfaatan listrik dalam mendukung sistem pengairan pertanian.
“Keberadaan pompa irigasi menjadi salah satu faktor pendukung bagi petani dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian. Dengan sekitar 200 unit pompa yang tersedia saat ini dan 85 titik yang telah menggunakan energi listrik, kami melihat adanya potensi pengembangan yang perlu didukung melalui sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, dan PLN,” ujar Ayu.
Kementan Rencanakan Penambahan Pompa hingga 400 Unit
Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI Hermansyah menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian merencanakan penambahan jumlah pompa irigasi di Kabupaten Way Kanan hingga dua kali lipat dari jumlah yang tersedia saat ini.
Dengan rencana tersebut, jumlah pompa irigasi di Way Kanan berpotensi meningkat dari sekitar 200 unit menjadi kurang lebih 400 unit.
Penambahan itu diharapkan memperkuat infrastruktur pengairan untuk menunjang kegiatan pertanian. Namun, realisasinya memerlukan koordinasi lintas sektor, termasuk memastikan kesiapan sumber energi dan jaringan listrik di lokasi pompa.
“Pengembangan irigasi pompa menjadi salah satu upaya untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui ketersediaan air yang lebih memadai. Kami mendorong sinergi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Way Kanan, dan PLN agar rencana penambahan pompa dapat didukung dengan kesiapan infrastruktur yang diperlukan, termasuk pemanfaatan energi listrik sebagai sumber penggerak pompa,” ungkap Hermansyah.
Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah dan PLN diperlukan untuk menyesuaikan rencana pengembangan pompa dengan kebutuhan pengairan di lapangan. Dengan dukungan tersebut, petani diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan lahan dan meningkatkan hasil pertanian.
PLN Siapkan Pemetaan Kebutuhan Daya dan Jaringan
Manager PLN UP3 Kotabumi Eki Putra menegaskan kesiapan PLN untuk berkolaborasi dalam mengidentifikasi kebutuhan kelistrikan bagi pengembangan irigasi pompa di Way Kanan.
Menurutnya, pemetaan kebutuhan daya dan evaluasi kesiapan jaringan menjadi langkah penting agar penggunaan energi listrik dapat menunjang operasional pompa secara optimal.
“PLN mendukung upaya bersama dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan energi listrik. Kami siap berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk mengidentifikasi kebutuhan daya, mengevaluasi kesiapan jaringan, serta membahas langkah teknis yang diperlukan dalam pengembangan irigasi pompa berbasis listrik,” ujar Eki.
Ia berharap sinergi tersebut dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Way Kanan.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PLN, pengembangan irigasi pompa berbasis listrik diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat infrastruktur pertanian, memperluas akses pengairan, serta mendukung produktivitas sektor pertanian di daerah.

