Lompat ke konten
Beranda | Langkah Cepat Dalam Informasi Berita Indonesia dan Internasional Terkini | IHSG Dibuka Naik 0,25%, Rupiah Melemah ke Rp18.039 per Dolar AS

IHSG Dibuka Naik 0,25%, Rupiah Melemah ke Rp18.039 per Dolar AS

IHSG Dibuka Naik 0,25%, Rupiah Melemah ke Rp18.039 per Dolar AS

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah bergerak berlawanan pada awal perdagangan Selasa (20/10/2026). IHSG dibuka menguat 0,25% ke level 5.009, sementara rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Stockbit pukul 09.00 WIB, IHSG mencatatkan volume transaksi sebesar 4,07 miliar lembar saham. Nilai transaksi mencapai Rp1,89 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 79,02 ribu kali.

Penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan terjadi di tengah tekanan yang melanda mayoritas indeks utama bursa Asia. Pergerakan pasar regional menjadi salah satu indikator yang dicermati pelaku pasar dalam menentukan arah perdagangan.

Rupiah Melemah ke Rp18.039 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp18.039,90 per dolar AS. Posisi tersebut terdepresiasi 34,30 poin atau sekitar 0,19% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.005,60 per dolar AS.

Pelemahan rupiah menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik pada awal perdagangan. Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi dinamika pasar valuta asing dan sentimen ekonomi global.

Mayoritas Bursa Asia Berada di Zona Merah

Pergerakan mayoritas bursa utama Asia terpantau melemah pada awal perdagangan, berdasarkan data Stockbit dan Yahoo Finance.

Berikut posisi sejumlah indeks utama Asia:

  • Nikkei 225 Jepang: turun 0,45% ke level 64.625,50.
  • Hang Seng Hong Kong: turun 0,67% ke level 24.024,50.
  • SSE Composite China: turun 0,99% ke level 3.694,12.
  • Straits Times Singapura: naik 0,20% ke level 5.423,06.

Pelemahan Nikkei 225, Hang Seng, dan SSE Composite menunjukkan tekanan di sejumlah pasar saham regional. Sebaliknya, Straits Times Singapura masih bergerak di zona hijau.

Pelaku pasar akan mencermati perkembangan bursa regional, pergerakan rupiah, serta sentimen global untuk melihat arah perdagangan saham selanjutnya.

Tinggalkan Balasan