
BANDAR LAMPUNG — Musisi dan konduktor asal Lampung, Rayza Aldira, menggagas Lampung Choral Academy, sebuah wadah pengembangan paduan suara yang diharapkan mampu menjadi ruang belajar, berkarya, berprestasi, sekaligus mengembangkan potensi masyarakat Lampung melalui musik.
Gagasan tersebut lahir dari perjalanan panjang Rayza di dunia musik dan paduan suara. Ia merupakan pendiri sekaligus Direktur Musik Betik Youth Singers dan Betik Children’s Choir Lampung, yang sejak 2020 telah membawa nama Lampung ke berbagai ajang paduan suara internasional dan meraih empat medali emas internasional.
Perjalanan itu juga tidak terlepas dari tantangan ketika pandemi COVID-19 melanda. Saat aktivitas seni dan pertunjukan hampir sepenuhnya terhenti, Rayza memilih tetap melakukan pembinaan penyanyi muda Lampung dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Di tengah keterbatasan tersebut, proses pembinaan terus berjalan. Dari sinilah lahir generasi penyanyi muda Lampung yang memperoleh pengalaman musikal sekaligus kesempatan tampil dan berkompetisi di berbagai tingkat, termasuk membawa nama Lampung ke panggung nasional dan internasional.
Bagi Rayza, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa talenta dapat tumbuh di mana saja selama tersedia ruang, kesempatan, dan pembinaan yang berkelanjutan.
Kini, pengalaman itu ingin dikembangkan melalui gagasan yang lebih besar dengan membangun ekosistem paduan suara di Lampung.
Buka Ruang bagi Talenta Lampung
Rayza melihat Lampung memiliki potensi penyanyi dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.
Namun, potensi tersebut membutuhkan wadah yang mampu memberikan pembinaan secara konsisten sehingga bakat yang dimiliki tidak berhenti pada kemampuan bernyanyi semata, tetapi dapat berkembang menjadi prestasi dan karya.
Lampung Choral Academy dirancang sebagai ruang terbuka bagi masyarakat Lampung yang ingin belajar dan mengembangkan kemampuan melalui dunia paduan suara.
Ke depan, akademi tersebut diharapkan dapat menghadirkan berbagai program, seperti pelatihan vokal dan paduan suara, coaching, workshop, masterclass, pembinaan kompetisi, pertunjukan, hingga kolaborasi dengan musisi dan institusi seni di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih dari sekadar pendidikan musik, Lampung Choral Academy juga diarahkan menjadi ruang untuk membangun minat, bakat, karakter, jejaring, dan prestasi generasi muda Lampung.
Bagi pelajar dan generasi muda, pengalaman serta pencapaian di bidang paduan suara juga diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan prestasi dan pengembangan diri, termasuk membuka peluang melalui jalur prestasi (Japres).
Ingin Satukan Elemen Seni Lampung
Rayza berharap Lampung Choral Academy nantinya dapat mempertemukan berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan seni dan musik di Lampung.
Mulai dari penyanyi, konduktor, pelatih, guru, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, pemerintah, dunia usaha hingga masyarakat luas diharapkan dapat mengambil bagian dalam membangun ekosistem tersebut.
“Saya ingin pengalaman yang saya dapatkan selama perjalanan di dunia paduan suara tidak berhenti pada diri saya. Saya ingin pengalaman itu kembali ke Lampung dan menjadi ruang bagi lebih banyak anak-anak dan generasi muda untuk berkembang dan berprestasi,” ujar Rayza.
Menurutnya, membangun ekosistem paduan suara tidak semata-mata bertujuan mencetak juara. Lebih jauh, paduan suara dapat menjadi ruang pendidikan dan kebudayaan yang mempertemukan banyak orang melalui musik.
Ia berharap semakin banyak kelompok paduan suara asal Lampung mampu tampil di panggung nasional, mengikuti kompetisi internasional, membangun kolaborasi lintas daerah dan negara, serta membawa identitas Lampung melalui karya musik.
“Lampung memiliki suara. Tugas kita adalah memberikan ruang agar suara itu tumbuh, bersatu, dan terdengar lebih jauh.”
Melalui Lampung Choral Academy, Rayza Aldira mengajak berbagai elemen masyarakat bersama-sama membangun masa depan paduan suara Lampung agar semakin berkembang dan memiliki daya saing lebih luas.
Dari Lampung, bernyanyi untuk Indonesia.
Dari Indonesia, melangkah menuju dunia.
