
JAKARTA – Memasuki usia ke-61 tahun, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung infrastruktur gas bumi nasional melalui penguatan pasokan energi, pengembangan LNG, serta ekspansi jaringan energi rendah emisi di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN juga fokus menjaga ketahanan energi nasional dengan memperkuat resiliensi bisnis di tengah dinamika energi global dan tuntutan transisi energi berkelanjutan.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman mengatakan, selama lebih dari enam dekade PGN terus bertransformasi agar layanan gas bumi semakin luas dan andal bagi masyarakat maupun sektor industri.
“Selama 61 tahun, PGN terus bertransformasi untuk memastikan gas bumi selalu hadir bagi masyarakat melalui diversifikasi pasokan, penguatan infrastruktur, inovasi layanan, dan komitmen terhadap implementasi aspek ESG,” ujar Fajriyah Usman, Rabu (13/5/2026).
Sepanjang tahun terakhir, PGN aktif mengamankan pasokan gas pipa dan LNG domestik dari berbagai sumber strategis seperti Tangguh dan Donggi Senoro. PGN juga membuka potensi pasokan baru dari Blok Masela, Andaman, WK Tungkal, pengembangan Coalbed Methane (CBM) Muara Enim hingga biomethane sebagai bagian dari pengembangan energi masa depan.
Penguatan pasokan tersebut diwujudkan melalui sejumlah kerja sama strategis, termasuk penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dalam IPA Convex 2025, kerja sama swap gas West Natuna, hingga HOA LNG Blok Masela bersama INPEX Masela.
Di sektor LNG, PGN juga mencatat pencapaian penting dengan penerimaan kargo LNG perdana melalui FSRU Jawa Barat. Selain itu, PGN telah menyelesaikan revitalisasi Tangki LNG Arun F-6004 berkapasitas 127 ribu meter kubik yang diproyeksikan mendukung pengembangan bisnis LNG Hub di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Dari sisi operasional, volume penyaluran gas bumi PGN mencapai 777 BBTUD, sedangkan volume transmisi gas mencapai 1.539 MMSCFD pada Triwulan I 2026.
PGN saat ini mengelola lebih dari 95 persen infrastruktur gas bumi nasional dengan tambahan pembangunan sekitar 230 kilometer jaringan pipa baru di berbagai daerah.
Wilayah operasional PGN kini mencakup 18 provinsi dan 78 kota/kabupaten dengan total jaringan pipa gas bumi nasional sepanjang lebih dari 33.490 kilometer.
Selain memperluas jaringan pipa, PGN juga terus mengembangkan layanan beyond pipeline melalui pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) retail di wilayah yang belum terjangkau jaringan gas bumi.
Ekspansi layanan CNG dilakukan di sejumlah daerah seperti Medan dan Bandung untuk memenuhi kebutuhan energi sektor industri, komersial, UMKM hingga hotel, restoran, dan kafe.
PGN juga memperluas jaringan gas rumah tangga yang kini telah mencapai lebih dari 820 ribu sambungan rumah (SR), termasuk di kawasan hunian modern dan rumah susun.
Tak hanya memperkuat bisnis energi, PGN juga meraih berbagai pengakuan internasional, di antaranya masuk dalam daftar 50 perusahaan terbuka dengan tata kelola terbaik di ASEAN dan lima terbaik di Indonesia dalam ASEAN Corporate Governance Awards 2025.
PGN juga tercatat dalam daftar 500 Perusahaan Terbaik Asia-Pasifik versi Majalah TIME.
Melalui momentum HUT ke-61 ini, PGN menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ketahanan energi nasional, memperkuat integrasi infrastruktur gas bumi, sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
