Lompat ke konten
Beranda | Langkah Cepat Dalam Informasi Berita Indonesia dan Internasional Terkini | Program Makan Bergizi Gratis di Purwakarta Disambut Warga, Ibu Petani: Menunya Jangan Singkong Terus Dong

Program Makan Bergizi Gratis di Purwakarta Disambut Warga, Ibu Petani: Menunya Jangan Singkong Terus Dong

Purwakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa sekolah di Purwakarta, Jawa Barat, disambut antusias para ibu rumah tangga petani kecil. Mereka mengaku senang karena anak-anak kini mendapat makanan bergizi di sekolah tanpa harus membawa uang jajan.

Siti, warga Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, mengatakan program MBG sangat membantu kondisi ekonomi keluarga petani. Namun ia berharap menu makanan yang disajikan bisa lebih beragam.

“Alhamdulillah senang ada MBG. Tapi kalau boleh jangan singkong lagi, karena itu sudah biasa kami makan di rumah,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Keluhan tersebut disampaikan saat dialog dengan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, yang berkunjung ke desa tersebut.

Menanggapi hal itu, Nanik meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih kreatif dalam menyusun menu makanan. Ia menekankan pentingnya variasi menu bergizi agar anak-anak tidak bosan.

Selain membantu pemenuhan gizi, program MBG juga meringankan beban ekonomi keluarga. Para ibu petani mengaku kini bisa menyisihkan penghasilan buruh tani yang rata-rata sekitar Rp65 ribu per hari untuk kebutuhan lain.

Warga Binaan Lapas Dilibatkan Dukung MBG

Foto udara petani mengusir hama burung pipit di lahan sawah miliknya di desa Pabean Udik, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (3/2/2026). Foto: Dedhez Anggara/Antara Foto
Foto udara petani mengusir hama burung pipit di lahan sawah miliknya di desa Pabean Udik, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (3/2/2026). Foto: Antara Foto

Dalam kunjungannya, Nanik juga mengikuti kegiatan penanaman dan panen sayuran bersama warga binaan Lapas Kelas II Purwakarta yang sedang dibina menjadi petani.

Program pemberdayaan tersebut digagas Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hafidin, sebagai upaya menyiapkan keterampilan narapidana sebelum kembali ke masyarakat.

Para warga binaan mengolah lahan pertanian yang disewa pemerintah daerah untuk menanam sayuran seperti bayam dan kangkung. Hasil panen nantinya dipasok ke dapur MBG sebagai bahan baku makanan bergizi bagi siswa.

Nanik mengapresiasi program tersebut karena dinilai memberi manfaat ganda, yakni meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membantu reintegrasi sosial warga binaan.

Ia juga menegaskan seluruh dapur MBG wajib menerima pasokan sayuran dari petani lokal dan warga binaan sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program MBG sendiri diharapkan terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak, sehingga mampu meningkatkan gizi anak sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di daerah.

 

Tinggalkan Balasan