
BANDAR LAMPUNG — Pengurus Daerah Persatuan Penggemar Asli Jeep Indonesia (PPAJI) Provinsi Lampung menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Willys Lampung Community (WLC), Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting memperkuat solidaritas serta sinergi komunitas Jeep di Lampung.
Musda berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dihadiri pengurus, anggota komunitas, serta perwakilan PPAJI pusat. Selain forum konsolidasi organisasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas generasi pecinta Jeep di daerah.
Ketua Pengda PPAJI Lampung terpilih, M. Jonas, menegaskan pentingnya persatuan antar komunitas otomotif, khususnya pecinta Jeep.
“Kami mengajak seluruh komunitas Jeep di Lampung seperti CJ, Cherokee, Rubicon, dan lainnya untuk bersatu dalam wadah PPAJI agar kegiatan lebih terarah, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Persiapan Giat Nasional ke-14 PPAJI

Menurut Jonas, agenda prioritas organisasi dalam waktu dekat adalah persiapan Giat Nasional ke-14 PPAJI yang direncanakan kembali digelar di Lampung.
Ia menyebut kepercayaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus peluang mempromosikan potensi wisata dan budaya daerah.
“Kami ingin seluruh komunitas Jeep di Lampung terlibat aktif menyukseskan agenda nasional ini sekaligus memperkenalkan potensi daerah,” tegasnya.
WLC Siap Dukung Program PPAJI
Sementara itu, Ketua Umum terpilih WLC, Henry K. Yuza, menyambut baik pelaksanaan Musda bersama sebagai langkah strategis mempererat hubungan antar komunitas.
Ia menegaskan komitmen WLC untuk bersinergi mendukung program PPAJI, termasuk persiapan Giat Nasional.
“Musda ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum memperkuat silaturahmi dan soliditas komunitas Jeep di Lampung,” katanya.
Perkuat Organisasi dan Program Komunitas
Kegiatan Musda juga diisi pembahasan program kerja, penguatan struktur organisasi, serta diskusi agenda touring, kegiatan sosial, dan partisipasi dalam event otomotif regional maupun nasional.
Dengan terselenggaranya Musda ini, diharapkan komunitas Jeep di Lampung semakin solid, terorganisir, dan mampu menjadi komunitas otomotif yang aktif, tertib, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.
