Lompat ke konten
Beranda | Langkah Cepat Dalam Informasi Berita Indonesia dan Internasional Terkini | MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, BGN Ubah Pola dan Mekanisme Pembagian

MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, BGN Ubah Pola dan Mekanisme Pembagian

MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, BGN Ubah Pola dan Mekanisme Pembagian

Medan – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, memastikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Namun, pola makanan dan mekanisme pembagiannya akan disesuaikan.

Hal tersebut disampaikan Sony dalam sambutannya pada peresmian SPPG UMSU di Medan, Senin (16/2/2026).

Asupan Gizi Anak Harus Berkelanjutan

Sony menegaskan bahwa pemenuhan asupan gizi bagi anak-anak tidak boleh terhenti, termasuk selama Ramadan.

“MBG tetap berjalan. Ramadan tidak jadi alasan untuk program MBG berhenti. Karena asupan gizi itu tidak boleh berhenti, harus terus menerus dilakukan, hanya polanya yang berbeda,” ujar Sony.

Menurutnya, keberlanjutan program MBG menjadi prioritas pemerintah untuk menjaga tumbuh kembang anak dan kualitas kesehatan generasi muda.

Menu MBG Ramadan: Makanan Kering dan Praktis

Dalam skema Ramadan, MBG akan dibagikan dalam bentuk makanan kering dan praktis agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.

Untuk sumber protein, BGN menyiapkan pilihan seperti telur rebus, telur asin, dendeng, dan abon. Sementara sumber karbohidrat dapat berupa kue-kue olahan yang aman dikonsumsi.

Sony menambahkan bahwa produk karbohidrat tersebut diutamakan berasal dari pelaku UMKM guna mendorong perputaran ekonomi lokal.

Adapun buah-buahan yang dibagikan adalah jenis yang berkulit, seperti pisang, jeruk, dan salak, dengan penyesuaian porsi sesuai usia penerima manfaat.

“Buahnya, buah yang berkulit seperti pisang, jeruk, salak untuk porsi yang besar. Jangan sampai yang balita dikasih salak,” jelasnya.

Distribusi ke Pesantren Jelang Berbuka

Untuk penerima manfaat di pondok pesantren atau sekolah berasrama (boarding school), mekanisme pembagian dilakukan menjelang waktu berbuka puasa.

“Jadi untuk pondok pesantren, kalau seandainya ada yang boarding school itu bisa diberikan menjelang sore, menjelang berbuka puasa,” kata Sony.

Penyesuaian waktu ini bertujuan agar makanan tetap segar dan dapat langsung dikonsumsi saat berbuka.

Komitmen BGN Jaga Keberlanjutan Program

Sony kembali menegaskan bahwa program MBG tetap berjalan selama Ramadan dengan penyesuaian kebutuhan masyarakat.

“Sekali lagi, program MBG pada bulan Ramadan tetap jalan, tentu dengan perubahan disesuaikan dengan kebutuhan,” pungkasnya.

Keberlanjutan program Makanan Bergizi Gratis ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia secara berkelanjutan, termasuk di bulan suci Ramadan.

Tinggalkan Balasan