
Bandar Lampung – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bandar Lampung tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah warga, tetapi juga menimbulkan korban jiwa.
Seorang anak dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terseret arus sungai saat banjir terjadi.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, korban saat itu sedang bermain di sekitar jembatan sebelum terpeleset dan jatuh ke sungai.
“Dari cerita yang kami dengar, anak ini sedang bermain di jembatan. Kemungkinan terpeleset lalu terseret arus. Temannya sempat mencoba menolong, tetapi arus cukup deras,” ujar Eva Dwiana.
Korban Akhirnya Ditemukan

Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan. Pemerintah Kota Bandar Lampung juga telah memberikan bantuan kepada keluarga korban.
Selain itu, anggota keluarga korban yang mengalami gangguan kesehatan telah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Pemkot Salurkan Bantuan untuk 750 Warga
Di tengah musibah banjir tersebut, Pemkot Bandar Lampung menyalurkan bantuan kepada sekitar 750 warga terdampak.
Setiap keluarga menerima bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan logistik seperti nasi kotak dan beras kepada warga yang rumahnya terendam banjir.
Upaya Pencegahan Banjir
Pemkot Bandar Lampung berencana berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk membahas solusi jangka panjang terkait penanganan sungai.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi. [Y]
