Kades Way Huwi Kecam Keputusan Kemenkeu Soal Dana Desa Tahap II, Siap Geruduk Jakarta Sampaikan Aspirasi

Lampung Selatan — Kepala Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Muhammad Yani, angkat suara terkait keputusan Kementerian Keuangan RI yang menetapkan Dana Desa tahap II tahun 2025 tidak akan disalurkan. Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2025, khususnya Pasal 29B ayat (2) dan ayat (4), yang menegaskan bahwa Dana Desa tahap II untuk kategori tertentu tidak direalisasikan pada tahun anggaran berjalan.

PMK ini merupakan perubahan atas PMK Nomor 108 Tahun 2024 tentang Pengalokasian, Penggunaan, dan Penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Pada Pasal 29B ayat (4) dinyatakan secara tegas bahwa “Dana Desa tahap II sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b tidak disalurkan.”

Menanggapi aturan tersebut, Muhammad Yani menilai keputusan tersebut sangat merugikan masyarakat desa dan dianggap sebagai tindakan sepihak oleh pemerintah pusat.

“Ini keputusan sepihak yang tidak mementingkan kepentingan orang banyak dan perbuatan zhalim. Kami para kepala desa siap turun ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi ke Kementerian Keuangan RI,” tegas Yani yang juga Ketua APDESI Kabupaten Lampung Selatan ini, Rabu (26/11/25).

Ia menjelaskan bahwa aturan ini pada dasarnya menyatakan apabila pengajuan Dana Desa tahap II dilakukan setelah 17 September 2025, maka dana tersebut tidak bisa ditransfer atau direalisasikan. Menurutnya, kebijakan ini tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap hak-hak masyarakat desa yang sangat bergantung pada Dana Desa.

“Di dalam Dana Desa itu ada hak kader Posyandu, hak kader TB, hak RT, hak guru ngaji, hak Bapak Kaum, hak penjaga makam, dan berbagai hak lainnya. Menghentikan penyaluran Dana Desa berarti mematikan hak-hak mereka,” ujarnya.

Yani bahkan menyebut keputusan tersebut sebagai kebijakan berwatak kapitalistik yang lebih mementingkan kepentingan kelompok tertentu dibandingkan kebutuhan masyarakat luas.

“Apa dasarnya membuat aturan sepihak dengan menghentikan Dana Desa atau tidak merealisasikan dana di tahun berjalan? Negara ini juga sedang tidak dalam situasi genting yang memaksa,” kritiknya.

Ia juga menyoroti minimnya sosialisasi dari pemerintah pusat terkait aturan tersebut.

“Keputusan itu tidak ada sosialisasi sebelumnya, terkecuali aturan itu dibuat empat atau lima bulan sebelum tanggal yang ditentukan,” sambungnya.

Atas dasar itu, Muhammad Yani menyatakan dirinya bersama para kepala desa di Lampung siap mengambil langkah tegas. Ia meminta Ketua APDESI RI untuk menginstruksikan seluruh kepala desa se-Indonesia turun ke Jakarta menyampaikan aspirasi agar Dana Desa tahap II tetap direalisasikan demi kepentingan orang banyak.

“Oleh karena kezhaliman yang tersistem ini, kami para kepala desa meminta Ketua APDESI RI menginstruksikan kami untuk turun ke Jakarta menyampaikan aspirasi kepada Menteri Keuangan, agar Dana Desa tahap II direalisasikan. Ini demi hak masyarakat desa,” tutup M. Yani.

[Je]

Wagub Lampung Tinjau Potensi Ekonomi Karbon di Perhutanan Sosial Way Kalam

LAMSEL – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengunjungi Studi Kelayakan Kunjungan Lapangan (Site Visit Feasibility Study)…

42 Delegasi Resmi Mulai Misi Budaya, Bupati Egi: AIYEP Jadi ‘Wajah Baru’ Hubungan Indonesia–Australia

Kalianda — Cahaya lampu di tepi Pantai Grand Elty Krakatoa menjadi saksi dimulainya rangkaian Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2025, Selasa malam (25/11/2025). Kabupaten Lampung Selatan resmi menjadi tuan rumah Gala Dinner pembukaan program pertukaran pemuda dan budaya yang melibatkan 42 delegasi dari Indonesia dan Australia.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama hadir bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, pejabat daerah, camat, para orang tua asuh, dan tamu undangan lainnya. Dalam kesempatan itu, diperkenalkan pula 21 delegasi Australia dan 21 delegasi Indonesia yang akan menjalani rangkaian kegiatan selama beberapa minggu ke depan.

Staf Ahli Bidang Regulasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora RI, Samsudin, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Lampung Selatan atas kesediaannya menjadi tuan rumah AIYEP tahun ini. Ia menilai pemilihan Kalianda sebagai lokasi program bukan kebetulan, melainkan karena potensi pariwisata yang kuat, karakter maritim yang khas, serta kedekatannya dengan Pelabuhan Bakauheni sebagai gerbang selatan Sumatra.

Menurut Samsudin, seluruh faktor tersebut mampu menghadirkan pengalaman lokal yang otentik bagi para peserta. Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua asuh karena interaksi budaya yang paling mendalam justru terbangun melalui kehidupan sehari-hari dalam keluarga.

Samsudin mengingatkan agar peserta tidak diarahkan ke pusat perbelanjaan, melainkan diperkenalkan pada kekayaan kuliner pesisir dan budaya masyarakat setempat.

“Menu seperti lumay, hasil laut, dan hidangan lokal lainnya akan memberi pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam bagi para delegasi,” ujarnya.

AIYEP sebagai Jembatan Hubungan Dua Bangsa

Dalam sambutannya, Bupati Egi menyebut Gala Dinner ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum yang memperkuat masa depan hubungan Indonesia–Australia melalui peran pemuda. Ia menyebut para peserta AIYEP sebagai “wajah baru hubungan kedua negara”.

Menurutnya, AIYEP tidak hanya menjadi ajang pertukaran pemuda, tetapi juga pertukaran ide, karakter, dan cara pandang. Di tengah perubahan global yang dipengaruhi kecerdasan buatan, ekonomi hijau, dan dinamika diplomasi modern, pemuda diharapkan memiliki keluwesan budaya dan kemampuan kolaborasi lintas negara.

Egi menambahkan bahwa Lampung Selatan bukan hanya menyediakan lokasi magang dan keluarga asuh, tetapi juga ruang pembelajaran sosial yang akan membentuk perspektif masa depan peserta. Dengan nuansa hangat, ia memperkenalkan salam khas Lampung Selatan, “Tabik Pun”, yang menurutnya tidak sekadar sapaan tetapi juga mencerminkan keramahan masyarakat daerah tersebut.

“Selama di Lampung Selatan, jangan hanya belajar. Kalian juga harus jatuh cinta — cinta pada budaya, pariwisata, dan kuliner Lampung Selatan,” ujarnya sebelum membuka acara secara resmi dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dari delegasi kepada Bupati Lampung Selatan sebagai simbol komitmen persahabatan yang diharapkan berlanjut di luar batas formalitas program.

Malam itu, Grand Elty Krakatoa bukan sekadar lokasi kegiatan, tetapi menjadi rumah kedua yang menyambut para peserta dengan kehangatan budaya Lampung Selatan.

Agus Sartono Apresiasi Kinerja Bupati Egi Meski Dana Transfer Turun 17,69 Persen

LAMPUNG SELATAN — Anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi PAN, Agus Sartono, menyampaikan apresiasi atas capaian…

Sinergi Bupati dan Forkopimda Lampung Selatan Kawal Program Nasional KDMP

Kalianda – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menegaskan komitmen penuh dalam mendukung Program Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi di ruang kerja bupati pada Kamis (20/11/2025), yang secara khusus membahas percepatan pembangunan gerai dan gudang KDMP. Fasilitas tersebut ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026 sebagai bagian dari persiapan peluncuran nasional program pada 31 Januari 2026.

Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati M. Syaiful Anwar serta unsur Forkopimda: Dandim 0421/LS Letkol Kav M. Nuril Ambiyah, Kapolres AKBP Toni Kasmiri, Kajari Suci Wijayanti, dan Ketua DPRD Erma Yusneli.

Percepatan Pembangunan 119 Titik Gerai dan Pergudangan

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0421/LS Letkol Kav M. Nuril Ambiyah memaparkan perkembangan pembangunan fisik gerai dan pergudangan KDMP yang saat ini telah memasuki tahap signifikan. Ia menyebutkan bahwa anggaran pembangunan telah sepenuhnya diterima melalui rekening kesatuan.

Kodim 0421/LS, lanjutnya, melakukan pendampingan ketat agar pelaksanaan berjalan transparan, akuntabel, serta tepat sasaran.

“Di Lampung Selatan dan Pesawaran terdapat 119 titik pembangunan. Dua titik sudah mulai berjalan sejak akhir Oktober, dan seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sebelum peluncuran nasional,” ungkap Letkol Kav Nuril Ambiyah.

Tantangan Lahan dan Percepatan Penetapan Lokasi

Meski progres berjalan baik, Dandim mengakui bahwa beberapa desa masih menghadapi kendala terkait ketersediaan lahan. Karena itu, percepatan penetapan lokasi pada titik-titik tertentu harus segera dilakukan guna mengejar target waktu.

“Pekerjaan ini kami lakukan secara transparan. Aturannya jelas, pendampingannya ada, dan desa menjadi ujung tombak pelaksanaan,” tegasnya.

Bupati Egi Apresiasi Progres dan Minta Percepatan Penyelesaian Aset Lahan

Merespons laporan tersebut, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi tinggi atas progres cepat yang ditunjukkan Kodim 0421/LS.

Ia menekankan agar seluruh perangkat daerah dapat segera mempercepat penyelesaian aset lahan, khususnya titik yang belum masuk dalam zona portal.

“Terima kasih Pak Dandim, progresnya sangat baik dalam waktu singkat. Saya minta BPKAD dan Dinas PMD segera berkoordinasi dengan para camat untuk mempercepat penetapan lahan. Semua harus bergerak bersama,” tegasnya.

Pemkab Pastikan Dukungan Penuh untuk Kesuksesan Program KDMP

Bupati Egi memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan siap memberikan dukungan penuh bagi kelancaran pembangunan sarana KDMP, mengingat program ini memiliki dampak strategis bagi penguatan ekonomi desa dan peningkatan kemandirian masyarakat.

“Kita prioritaskan agar program ini berjalan sukses. Target 31 Januari 2026 harus siap, dan Pemkab Lampung Selatan siap membantu sepenuhnya,” ujar Bupati Egi.

Harapan Penyelesaian Tepat Waktu

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Kodim, dan unsur Forkopimda lainnya, percepatan pembangunan fasilitas KDMP di Lampung Selatan diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa di seluruh wilayah.

6.573 Peserta Ramaikan Pawai Budaya HUT ke-69 Lampung Selatan, Atraksi Terbesar Sepanjang Penyelenggaraan

LAMSEL, Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan sukses menyelenggarakan Pawai Budaya sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (16/11/2025).

Digelar di kawasan kompleks perkantoran Pemkab Lampung Selatan, kegiatan ini diikuti 6.573 peserta, menjadikannya pawai budaya terbesar dalam sejarah perayaan HUT daerah tersebut.

Ribuan peserta menampilkan ragam adat, busana tradisional, atraksi seni, serta berbagai replika budaya dari kecamatan dan perangkat daerah se-Lampung Selatan. Sepanjang rute pawai dipadati penonton yang ikut menikmati kemeriahan acara, menciptakan suasana penuh warna dan antusiasme masyarakat.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Semua hadir dengan semangat persatuan. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta pawai dan masyarakat yang memeriahkan HUT ke-69 Lampung Selatan,” ujar Bupati Egi.

Budaya Sebagai Identitas dan Fondasi Masa Depan

Dalam sambutannya, Bupati Egi menekankan bahwa Pawai Budaya tidak hanya sekadar hiburan, melainkan wadah pelestarian tradisi dan identitas masyarakat Lampung Selatan.

“Lampung Selatan adalah rumah bagi keberagaman adat, bahasa, pakaian tradisional, dan nilai-nilai leluhur. Pawai ini mengingatkan kita bahwa budaya adalah identitas, dan tradisi merupakan warisan yang menjadi fondasi masa depan,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa Pawai Budaya tahun ini menjadi panggung kolaborasi bagi tokoh adat, seniman, komunitas kreatif, serta perwakilan kecamatan.

“Ini bukan sekadar tampil cantik dengan busana adat, tetapi bukti bahwa kita bangga dengan daerah kita,” lanjutnya.

Tokoh Nasional Turut Hadir

Pawai Budaya HUT ke-69 Lampung Selatan turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta anggota DPR RI seperti Sigit Purnomo, Surya Utama, Primus Yustisio, Eko Purnomo, Desi Ratnasari, dan Putri Zulkifli Hasan.

Selain itu hadir pula Ketua TP PKK Lampung Selatan sekaligus UKP Bidang Pariwisata Zita Anjani, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Wakil Ketua TP PKK Reni Apriyani, Forkopimda Lampung Selatan, anggota DPRD, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta ribuan warga.

Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan bahwa Pawai Budaya Lampung Selatan kini menjadi salah satu ikon perayaan budaya terbesar di Provinsi Lampung.

Momen Penguat Kebersamaan

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga mengapresiasi seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam rangkaian Lamsel Fest 2025, yang untuk pertama kalinya digelar selama tiga hari berturut-turut dan sepenuhnya gratis untuk masyarakat.

Dengan pelaksanaan yang tertib dan meriah, Pawai Budaya HUT ke-69 Lampung Selatan menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal, sekaligus mendorong perkembangan pariwisata dan kreativitas daerah.

1.500 Penari Pecahkan Rekor MURI, Tari Tuping Lampung Selatan Ukir Sejarah di Panggung Budaya Dunia

LAMSEL, Kalianda – Sebuah pertunjukan megah menghentak Lapangan Korpri, Kalianda, Minggu (16/11/2025). Sebanyak 1.500 pelajar dari berbagai sekolah di Lampung Selatan menari secara serempak dalam Pagelaran Tari Tuping 12 Wajah, yang sukses memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Pagelaran Tari Tuping dengan Penari Terbanyak.

Aksi kolosal ini langsung dinilai sebagai salah satu pertunjukan tari topeng terbesar yang pernah digelar di Indonesia, bahkan di tingkat dunia. Iringan musik tradisional Lampung, hentak ribuan langkah penari, serta kemilau topeng 12 wajah menghadirkan panorama budaya yang memukau dan membangkitkan rasa bangga ribuan penonton yang memadati area acara.

Pagelaran monumental tersebut menjadi salah satu rangkaian utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan, sekaligus menyita perhatian publik dan media nasional.

Piagam penghargaan MURI diserahkan langsung kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, didampingi Ketua TP PKK yang juga Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani. Momen bersejarah ini turut disaksikan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wamendagri Bima Arya, serta para anggota DPR RI seperti Sigit Purnomo, Surya Utama, Primus Yustisio, Eko Purnomo, Desi Ratnasari, dan Putri Zulkifli Hasan.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan kekagumannya atas gelaran budaya tersebut. Ia menyebut pagelaran ini bukan hanya memecahkan rekor, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah Lampung.

“Belum pernah ada di Lampung, Indonesia, bahkan dunia, tari topeng sebanyak ini tampil bersama. Ini luar biasa. Pagelaran ini mengingatkan pada kisah Radin Inten II dan para prajuritnya yang menyamar demi perjuangan. Semangat itu terasa hidup pagi ini,” ujarnya takzim.

Menghidupkan Legenda Dua Belas Pendekar Bertopeng

Tari Tuping 12 Wajah terinspirasi dari kisah dua belas pendekar yang menggunakan topeng sebagai lambang keberanian, kesetiaan, dan kehormatan. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam gerak harmonis para penari yang tampil penuh disiplin, energi, dan kebanggaan sebagai generasi penerus budaya Lampung Selatan.

Bupati Radityo Egi Pratama mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan para pelajar menghadirkan pertunjukan kelas dunia tersebut.

“Saya sangat terharu melihat anak-anak kita tampil dengan penuh dedikasi membawa budaya Lampung Selatan ke panggung dunia. Rekor ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus merawat dan mempromosikan budaya daerah,” ujar Bupati Egi.

Keberhasilan memecahkan Rekor MURI ini menegaskan bahwa Tari Tuping 12 Wajah bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi identitas budaya yang mampu menyatukan ribuan generasi muda dalam ekspresi yang penuh harmoni dan kebanggaan.

Rekor tersebut semakin memperkuat posisi Lampung Selatan sebagai daerah yang berkomitmen menghadirkan pertunjukan budaya kelas dunia dalam rangka peringatan HUT ke-69.

Pegawai Sekretariat DPRD Lampung Selatan Meriahkan Pawai Budaya Lamsel Fest 2025 dengan Yel-Yel Unik

LAMPUNG SELATAN – Pegawai Sekretariat DPRD Lampung Selatan turut memberikan warna tersendiri pada gelaran Pawai Budaya…

Wamendagri Bima Arya Apresiasi Capaian Awal Bupati Egi: Komitmen Mulai Terlihat, Lampung Selatan Terus Melaju

LAMSEL, Kalianda – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya memberikan pujian atas capaian awal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri malam kedua Lamsel Fest 2025 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Lampung Selatan, yang digelar di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemkab setempat, Sabtu (15/11/2025).

Dalam sambutannya, Bima Arya menilai sejumlah janji kampanye Bupati Egi mulai terealisasi dalam waktu kurang dari setahun memimpin. Ia menyoroti perbaikan infrastruktur, peningkatan layanan administrasi kependudukan, serta pembenahan fasilitas pendidikan sebagai bagian dari langkah nyata pembangunan daerah.

“Saya melihat tiga hal yang dijanjikan Mas Egi sudah mulai terlihat. Jalan-jalan diperbaiki, layanan Dukcapil makin mudah karena sudah tersebar di kecamatan, dan sekolah-sekolah mulai diperbaiki,” ujar Bima Arya di hadapan ribuan masyarakat yang memadati area festival.

Wamendagri Bima Arya Apresiasi Capaian Awal Bupati Egi: Komitmen Mulai Terlihat, Lampung Selatan Terus Melaju

Bima Arya mengaku hadir lebih awal dari agenda resmi Pawai Budaya yang dijadwalkan pada hari berikutnya karena ingin menyaksikan langsung semarak dan antusiasme warga dalam perayaan Lamsel Fest 2025.

“Ternyata dari jauh saya melihat luar biasa sekali antusiasme warga. Acaranya tidak berhenti-berhenti, tepuk tangan untuk Pak Bupati dan semua warga,” ujarnya.

Menurutnya, visi menjadikan Lampung Selatan sebagai gerbang Sumatra dan pusat pariwisata mulai terlihat melalui gelaran Lamsel Fest yang mampu menarik perhatian publik dan menghadirkan kebanggaan bagi masyarakat lokal.

“Jika Lamsel Fest dipersembahkan untuk warga Lampung Selatan, itu adalah mimpi dari Pak Bupati yang kini mulai terwujud. Lampung Selatan dikenal oleh luar, dan warganya menikmati daerahnya dengan bangga,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan doa dan dukungan bagi seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk Ketua TP PKK yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, serta perangkat daerah hingga tingkat desa, agar tetap solid dalam mendorong pembangunan.

“Semoga semuanya bekerja hanya untuk rakyat dan tidak pernah meninggalkan rakyat. Dirgahayu Kabupaten Lampung Selatan ke-69,” ucap Wamendagri.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK sekaligus UKP Bidang Pariwisata Zita Anjani, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar bersama Wakil Ketua TP PKK Reni Apriyani, Sekretaris Daerah, serta jajaran pejabat tinggi pratama Pemkab Lampung Selatan.

Ribuan Peserta Padati Fun Run Lamsel Fest 2025, Bupati Egi dan UKP Zita Anjani Ikut Berlari Bersama Warga

LAMSEL, Kalianda – Ribuan warga memenuhi kawasan Tugu Adipura, Kalianda, sejak dini hari Sabtu (15/11/2025) untuk mengikuti Fun Run Lamsel Fest 2025, salah satu agenda unggulan peringatan HUT ke-69 Kabupaten Lampung Selatan.

Sejak sebelum matahari terbit, peserta sudah memadati area start dengan mengenakan jersey bertema blue sky yang mendominasi jalur utama kota. Suasana semakin meriah dengan kehadiran banner bertuliskan pesan inspiratif dan humor ringan yang dipasang sepanjang rute, memberikan energi positif bagi seluruh pelari—mulai dari komunitas olahraga, keluarga, hingga pelajar.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, hadir melepas peserta dari garis start. Tak hanya memberi sambutan, Bupati Egi turut berlari mengikuti rute fun run sambil menyapa warga di berbagai titik. Ketua TP PKK Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani, juga tampil penuh semangat mengikuti jalur lari bersama peserta lainnya.

Bupati Egi menyampaikan apresiasi atas besarnya antusiasme masyarakat terhadap rangkaian kegiatan Lamsel Fest 2025.

“Alhamdulillah, peringatan HUT ke-69 tahun ini mendapat sambutan luar biasa. Keramaian sudah terasa sejak kemarin hingga hari ini,” ujarnya.

Ia berharap fun run dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan di tengah komunitas.

Selain Fun Run, Lamsel Fest 2025 juga menyuguhkan berbagai perlombaan, panggung musik, dan hiburan rakyat yang digelar gratis bagi warga sejak hari pertama perayaan.

“Beragam kegiatan kami siapkan untuk memberikan hiburan dan ruang kreativitas masyarakat. Semuanya gratis,” kata Bupati Egi.

Kegiatan fun run ditutup dengan sesi ramah tamah dan pemberian apresiasi kepada peserta. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara sehingga berjalan tertib, aman, dan meriah.