AS Gempur Venezuela, Maduro Diklaim Ditangkap, Ketegangan Global Meningkat

Caracas/Washington — Amerika Serikat (AS) kembali menghebohkan dunia internasional setelah melancarkan serangan militer ke Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari. Serangan tersebut dilaporkan menyasar sejumlah lokasi di ibu kota Caracas serta beberapa negara bagian lain, memicu kecaman keras dari pemerintah Venezuela dan meningkatkan ketegangan geopolitik global.

Pemerintah AS mengakui telah melakukan operasi militer di Venezuela. Ledakan terdengar di Caracas dan wilayah sekitarnya, sementara otoritas setempat melaporkan gangguan keamanan di sejumlah fasilitas yang disebut mencakup area militer dan pemerintahan. Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS juga menerbitkan larangan bagi pesawat AS untuk beroperasi di wilayah udara Venezuela.

Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukan elite Delta Force berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi tersebut. Trump menyebut Maduro ditangkap bersama istrinya dan kemudian dibawa ke kapal serbu amfibi USS Iwo Jima untuk diterbangkan ke New York guna menghadapi proses hukum di AS.

Namun, klaim tersebut dibantah secara tidak langsung oleh pemerintah Venezuela. Wakil Presiden Delcy Rodríguez menyatakan pihaknya tidak mengetahui keberadaan Maduro dan menuntut AS segera menunjukkan bukti keberadaan Presiden Venezuela dan Ibu Negara Cilia Flores.

Venezuela Tuduh AS Langgar Hukum Internasional

Peta Amerika Serikat dan Venezuela. Foto: Artindo/Shutterstock
Peta Amerika Serikat dan Venezuela. Foto: Shutterstock

Pemerintah Venezuela mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Serangan dilaporkan terjadi di Caracas, Miranda, Aragua, dan La Guaira, serta dinilai membahayakan warga sipil.

“Republik Bolivarian Venezuela menolak, mengecam, dan mengutuk di hadapan komunitas internasional agresi militer yang sangat serius,” demikian pernyataan resmi pemerintah Venezuela.

Venezuela juga menuding tujuan serangan AS adalah untuk merebut sumber daya strategis negara itu, khususnya minyak dan mineral. Pemerintah menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan militer maupun politik dan menyatakan akan menghadapi situasi ini dengan semangat perjuangan Simón Bolívar.

“Agresi ini mengancam perdamaian dan stabilitas internasional,” tegas pemerintah Venezuela, sembari mendesak PBB dan komunitas internasional mengambil sikap.

Dampak Terhadap Infrastruktur dan Energi

Pemerintah Venezuela menyatakan fasilitas produksi dan pengolahan minyak nasional tidak terdampak oleh serangan. Operasional perusahaan energi negara Petróleos de Venezuela, S.A. (PDVSA) disebut tetap berjalan normal.

Mengutip Reuters, dua sumber menyebut Pelabuhan La Guaira dekat Caracas mengalami kerusakan cukup parah. Namun pelabuhan tersebut bukan merupakan pelabuhan ekspor minyak utama.

Dakwaan AS terhadap Maduro

Jaksa Agung AS Pam Bondi mengungkap sejumlah dakwaan terhadap Nicolás Maduro, antara lain konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat perusak, serta konspirasi kepemilikan senjata terhadap AS. Dakwaan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi di media sosial X.

Trump kembali menegaskan bahwa Maduro dan istrinya akan dibawa ke New York untuk menjalani proses hukum di Amerika Serikat.

Respons Indonesia

Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela dalam kondisi aman. Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi keamanan pascaserangan tersebut.

Kemlu RI mengimbau WNI tetap waspada dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI setempat. Indonesia juga menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB serta menekankan pentingnya penyelesaian konflik secara damai.

 

Tinggalkan Balasan