
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapan untuk berangkat ke China apabila pemerintah memutuskan pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya mengungkapkan hingga saat ini belum menerima keputusan final terkait skema pembayaran utang proyek strategis nasional tersebut. Ia menegaskan masih menunggu perkembangan hasil negosiasi dengan pihak China.
“Kita lihat kondisinya dari China seperti apa, apa persyaratan dari China. Kalau saya yang bayar saya akan ke China, saya sendiri. Tapi saya belum tahu ya, saya akan double cek lagi,” ujarnya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Menurut Purbaya, dirinya memang terlibat dalam pembahasan utang proyek kereta cepat tersebut. Namun, ia menekankan bahwa keputusan final masih menunggu hasil pembahasan lanjutan antara pemerintah Indonesia dan pihak kreditur.

Ia juga menyebut belum ada pembahasan khusus dalam pertemuan terakhir di Danantara. Purbaya mengatakan masih menunggu informasi terbaru dari CEO Danantara, Rosan Roeslani, terkait hasil negosiasi.
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung memiliki nilai investasi sekitar USD 7,2 miliar, termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar USD 1,21 miliar. Sekitar 75 persen pembiayaan proyek berasal dari pinjaman China Development Bank, sedangkan sisanya berasal dari modal konsorsium.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap bertanggung jawab atas keberlanjutan proyek tersebut, termasuk kewajiban pembayaran cicilan utang yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 triliun per tahun.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya memastikan ruang fiskal negara masih mencukupi tanpa melanggar batas defisit anggaran. Ia menyebut pemerintah dapat melakukan efisiensi pada program yang dinilai kurang prioritas apabila diperlukan.
“APBN kita cukup untuk itu tanpa melewati batas defisit 3 persen. Kalau perlu, kita bisa melakukan penghematan di program yang kurang efisien,” tegasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah sinyal dari Istana bahwa pembahasan skema pembayaran utang proyek Whoosh telah memasuki tahap finalisasi dan segera menunggu keputusan pemerintah pusat.
