Lampung Selatan – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mendampingi Wakapolri, Dedi Prasetyo, meninjau arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni, Selasa (17/3/2026).
Dalam pemantauan tersebut, arus lalu lintas terpantau relatif lancar meski volume kendaraan mulai meningkat menjelang puncak mudik. Kehadiran Bupati Egi menjadi bagian dari upaya memastikan pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, terutama di wilayah Lampung Selatan sebagai gerbang Pulau Sumatra.
Berdasarkan hasil pemantauan udara dan darat, kondisi arus dari arah Jakarta menuju Merak hingga penyeberangan ke Bakauheni masih terkendali. Antrean kendaraan mulai terlihat di Pelabuhan Merak, sementara di Bakauheni kondisi relatif stabil.
“Hasil pemantauan udara menunjukkan arus lalu lintas, baik dari Jakarta menuju Merak maupun sebaliknya, serta dari Merak ke Bakauheni, secara umum masih lancar dan didukung cuaca yang baik,” ujar Dedi Prasetyo.
Pengamanan mudik tahun ini tidak hanya berfokus pada kelancaran arus, tetapi juga kesiapan sistem pengendalian kepadatan. Salah satu inovasi yang digunakan adalah aplikasi Siger Presisi yang menyajikan data lalu lintas secara real time guna mendukung pengambilan keputusan di lapangan.
Melalui sistem tersebut, kondisi lalu lintas diklasifikasikan dalam tiga kategori, yakni hijau, kuning, dan merah, yang masing-masing memiliki skenario penanganan berbeda. Selain itu, distribusi kendaraan diatur melalui empat jalur utama untuk menghindari penumpukan, serta pemanfaatan rest area sebagai buffer zone.
Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat juga telah disiapkan dengan melibatkan armada kapal serta personel gabungan dari TNI, Polri, dan Basarnas guna mengantisipasi berbagai kemungkinan di jalur penyeberangan.
Bupati Egi menegaskan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan kelancaran arus mudik, khususnya di jalur Trans Sumatra.
Ia juga mengimbau para pemudik untuk menjaga kondisi fisik dan kendaraan selama perjalanan.
“Saya berpesan kepada seluruh pemudik untuk menjaga kesehatan, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, dan tidak memaksakan diri saat lelah. Silakan manfaatkan posko istirahat yang telah disediakan,” ujarnya.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18–19 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, arus mudik Lebaran 2026 diharapkan berjalan aman, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju kampung halaman.