
Beijing – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi bertemu Presiden China Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing, Kamis (14/5/2026).
Pertemuan tingkat tinggi tersebut menjadi sorotan dunia karena membahas sejumlah isu strategis dan sensitif, mulai dari konflik Iran, hubungan perdagangan, teknologi, hingga persoalan Taiwan yang selama ini menjadi sumber ketegangan kedua negara.
Kedatangan Trump disambut langsung Xi Jinping dengan upacara kenegaraan megah sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Band militer China memainkan lagu kebangsaan Amerika Serikat “The Star-Spangled Banner” disusul lagu kebangsaan China, diiringi dentuman meriam dan parade penyambutan.
Suasana seremoni semakin meriah dengan kehadiran puluhan anak sekolah yang membawa bendera kedua negara sambil meneriakkan ucapan selamat datang kepada kedua pemimpin.

Dalam kesempatan tersebut, Xi Jinping juga memperkenalkan Trump kepada jajaran pejabat tinggi Amerika Serikat yang turut hadir dalam delegasi, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Kunjungan ini menjadi lawatan pertama presiden AS ke China dalam hampir satu dekade setelah kunjungan terakhir Trump pada tahun 2017.
Berbeda dari kunjungan sebelumnya, kali ini Trump datang tanpa didampingi istrinya, Melania Trump. Namun, ia membawa sejumlah tokoh penting dunia teknologi Amerika Serikat, termasuk CEO NVIDIA Jensen Huang dan CEO Tesla Elon Musk.
Trump berharap kunjungan tersebut dapat menghasilkan berbagai kesepakatan bisnis baru, khususnya pada sektor pertanian, penerbangan, dan teknologi.
Usai pertemuan resmi, kedua pemimpin dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Great Hall of the People. Trump juga dijadwalkan mengunjungi Temple of Heaven, situs warisan dunia yang memiliki sejarah penting bagi kekaisaran China.
