Lompat ke konten
Beranda | Langkah Cepat Dalam Informasi Berita Indonesia dan Internasional Terkini | Ngeri! Mahasiswi di Makassar Disekap dan Diduga Diperkosa Usai Melamar Kerja Lewat Media Sosial

Ngeri! Mahasiswi di Makassar Disekap dan Diduga Diperkosa Usai Melamar Kerja Lewat Media Sosial

Ngeri! Mahasiswi di Makassar Disekap dan Diduga Diperkosa Usai Melamar Kerja Lewat Media Sosial

Seorang mahasiswi salah satu kampus swasta di Kota Makassar menjadi korban penyekapan dan dugaan pemerkosaan di sebuah rumah kontrakan kawasan elite GMTD, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar.

Korban diduga disekap oleh pria berinisial FR setelah sebelumnya melamar pekerjaan melalui media sosial. Kasus ini kini ditangani jajaran Polsek Tamalate.

Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada Minggu (10/5/2026).

“Kami menerima informasi dari masyarakat bahwa ada seorang gadis disekap di salah satu rumah. Petugas langsung mendatangi lokasi dan menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat,” ujar Latif, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan keterangan awal korban, peristiwa bermula ketika ia melamar pekerjaan melalui media sosial dan dinyatakan diterima bekerja. Korban kemudian diminta datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian.

Namun setibanya di lokasi pada Jumat (8/5/2026), korban justru tidak diperbolehkan pulang dan diduga mengalami penyekapan serta kekerasan seksual.

“Ada juga dugaan tindak pemerkosaan. Itu berdasarkan keterangan awal korban,” ungkap Latif.

Polisi menyebut rumah tersebut merupakan rumah kontrakan yang disewa pelaku selama tiga hari. Kasus ini akhirnya terungkap setelah pemilik rumah datang untuk memeriksa kontrakan karena masa sewa telah habis.

Saat pemilik rumah mengetuk pintu, korban muncul dalam kondisi tangan terikat sehingga langsung memicu kecurigaan.

“Korban akhirnya bisa keluar setelah pemilik kontrakan datang memeriksa rumah,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku FR berhasil melarikan diri sebelum polisi tiba di lokasi. Hingga kini aparat masih melakukan pengejaran dan pendalaman kasus.

Pihak kepolisian juga masih menyelidiki jenis pekerjaan yang ditawarkan pelaku kepada korban melalui media sosial.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya pencari kerja, untuk lebih berhati-hati terhadap lowongan pekerjaan yang tidak jelas identitas perusahaan maupun proses rekrutmennya.

 

Tinggalkan Balasan