
JAKARTA — Pedangdut sekaligus artis ternama Dewi Perssik menegaskan tidak akan membuka pintu damai bagi terduga pelaku penyalahgunaan identitas dirinya di media sosial Facebook.
Sikap tegas itu disampaikan Depe, sapaan akrab Dewi Perssik, usai menjalani pemeriksaan atau Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pencatutan identitas yang kembali menyeret namanya.
Menurut Depe, kesabarannya selama ini justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab karena beberapa kasus sebelumnya selalu diselesaikan secara damai.
“Soalnya aku sudah kesal. Enggak ada damai. Kami sudah berkali-kali itikad baik, bicara baik-baik, tapi akhirnya malah dimanfaatkan,” tegas Dewi Perssik.

Ia menjelaskan, pelaku kali ini berbeda dengan kasus sebelumnya. Namun, Depe menduga keberanian pelaku muncul karena melihat dirinya kerap memaafkan kasus serupa di masa lalu.
“Ini bukan orang yang sama. Mungkin mereka lihat saya sebelumnya selalu memaafkan. Sekarang waktunya saya memberi pelajaran supaya tidak terulang lagi,” ujarnya.
Kuasa hukum Dewi Perssik, Sandy Arifin, juga mendukung langkah hukum tersebut. Bahkan, Sandy mengingatkan kliennya agar tidak lagi memberikan kesempatan mediasi karena kasus serupa sudah berulang kali terjadi.
Dewi mengaku beberapa perkara sebelumnya di wilayah Jakarta Selatan dan Depok sempat berakhir damai. Namun menurutnya, cara tersebut tidak memberikan efek jera kepada pelaku penyalahgunaan identitas di media sosial.
Karena itu, kali ini ia memilih melanjutkan proses hukum hingga tuntas sebagai bentuk edukasi dan peringatan bagi masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial.
“Ini solusi terbaik. Enggak ada kata maaf, biar proses hukum berjalan supaya tidak terjadi lagi ke selebriti lain,” tutup Depe.
